Jadwal UTS Semester 6

Leave a comment

Jadwal UTS Semester 6

 

Hari , Tanggal

Mata Kuliah

Jam

Ruangan

Kamis, 05 April 2012

Sistem Informasi Geografi

10.30 – 12.30

Rk. 16 FAC 401 A/ B

Senin, 09 April 2012

Perencanaan dan Pengembangan Wilayah

10.30 – 12.30

Rk. 16 FAC 401 A/ B

Selasa, 10 April 2012

Konservasi Tanah dan Air

10.30 – 12.30

Rk. 16 FAC 401 A/ B

Rabu, 11 April 2012

Metode Penelitian

13.30 – 15.30

Rk. 14 FAC 401 A/ B

Kamis, 12 April 2012

Survei dan Evaluasi Sumberdaya Lahan

13.30 – 15.30

RK. OFAC B 12

Jumat, 13 April 2012

Manajemen dan Teknologi Pupuk

08.00 – 10.00

Rk. 16 FAC 401 A/ B

Sabtu, 14 April 2012

Bahasa Inggris Lanjut

08.00 – 10.00

GWW

Papink 27 

Info KRS dan SPP

Leave a comment

  • Uji Coba KRS : 23 – 25 Januari 2012
  • Perwakilan Dosen PA : 30 Januari – 4 Februari 2012
  • KRS A Online : Semester 4 ( 6 – 9 Februari 2012 ) dan Semester 6 – 12 ( 7 – 10 Februari 2012
  • KRs B Online : 27 Februari – 2 Maret 2012
  • Pembayaran SPP : 7 – 19 Maret 2012
  • Catetan:
  1. Perkuliahan semester genap 2011 / 2012 dimulai tanggal 13 Februari 2012
  2. Tidak mengisi KRS dan pembayaran SPP akan dikenakan status NON AKTIF
  3. Informasi lengkap dapat diakses pada alamat http://www.ipb.ac.id
  4. Mahasiswa yang tidak mengisi KRS A online akan diblokir pada masa pengisian KRS B online.
  5. Bagi Mahasiswa IPB yang mengalami kesulitan untuk pembayaran SPP dapat menghubungi kementrian kebijakan Kampus BEM KM IPB via CP ( Lutfi Briliantw 087886839045) dan ( Irma Sahara  085864327887 )

 

Tinjauan Pustaka laporan Pertanian Terpadu

Leave a comment

Indonesia saat ini menghadapi sejumlah masalah pembangunan ekonomi yang kompleks. Sejumlah masalah yang dimaksud mencakup pendapatan rakyat rendah, tingkat kemiskinan relatif tinggi, pengangguran tinggi, ketimpangan ekonomi, pem-bangunan ekonomi daerah yang berjalan lambat, utang luar negeri relatif tinggi, kelangkaan energi, ketahanan pangan keropos, dan kemerosotan mu-tu lingkungan hidup. Rendahnya kualitas sumberdaya manusia merupakan kendala yang serius dalam pembangunan pertanian. Ketertinggalan petani dalam hal pendidikan di atasi dengan pendekatan penyetaraan pendidikan yang selanjutnya dikaitkan dengan pelatihan keterampilan berusahatani. Di samping itu, berbagai upaya pengu-atan kapasitas petani juga perlu dilakukan terutama dalam hal pengembangan sikap kewirausahaan, ke-mampuan dalam pemasaran dan manajemen usaha. Saat ini kebutuhan lahan kembali mencuat karena hasil panen yang semakin menurun sehubungan dengan penurunan produksi dan penyempitan lahan pertanian yang dialih-fungsikan, sedangkan kebutuhan pangan terus meningkat.

Pertanian terpadu merupakan sistem yang menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan ilmu lain yang terkait dengan pertanian dalam satu lahan, sehingga diharapkan dapat sebagai salah satu solusi alternatif bagi peningkatan produktivitas lahan, program pembangunan & konservasi lingkungan serta pengembangan desa secara terpadu. Diharapkan kebutuhan jangka pendek, menengah dan panjang petani berupa pangan, sandang dan papan akan tercukupi dengan sistem pertanian berbasis agroforestry ini. Hasil pertanian dan perikanan diharapkan mampu mencukupi kehidupan jangka pendek, sedangkan hasil peternakan dan perkebunan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan jangka menengah. Penjualan hasil kebun dan hasil hutan rakyat sekarang dipercaya mampu mencukupi kebutuhan membayar biaya sekolah, rumah sakit, hajatan sunatan, mantenan dan kebutuhan jangka panjang lain. Dengan demikian, sistem agroforestry mampu memberikan pendapatan harian, bulanan, tahunan maupun dekade-an bagi petani.

Praktek pertanian terpadu melalui agroforestry sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi petani di lahan kritis, bahkan kadang hanya dianggap sebagai istilah baru bagi praktek lama yang lebih bersifat mono-disipliner tersebut. Pendekatan menyeluruh agar pengelolaan sumber daya alam dapat berkelanjutan menuntut keseimbangan antara produksi dan konservasi lingkungan yang hanya dapat didekati secara multidispliner lewat paradigma baru agroforestry yang menuntut partisipasi antar pihak. Agroforestry telah menjadi trade mark di daerah tropis, sehingga banyak negara maju yang berasal dari negara non-tropis yang belajar di negara tropis, termasuk Indonesia. Banyaknya bencana banjir, kekeringan, longsor dan bencana alam lain telah mendorong pendidik dan praktisi pertanian terpadu agar dapat mengemas aspek siklus produksi petani, kondisi sosial-ekonomi, bio-fisik, politik, kebijakan lokal-nasional-internasional, dampak mata pencaharian penduduk, produktivitas lahan, kelestarian lingkungan, serta analisis resiko maupun sistem tukar tambah dalam memberikan solusi terbaik bagi pembangunan nasional. Degradasi lahan yang mencapai 2,8 juta hektar pertahun dan saat ini lahan rusak di Indonesia yang mencapai 59 juta hektar menyediakan sarana bagi implementasi sistem agroforestry dan pertanian terpadu ini agar kerugian material dan immaterial tersebut tidak semakin membesar, bahkan bisa diubah menjadi lahan produktif yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Konsep terapan pertanian terpadu akan menghasilkan F4 yang sebenarnya adalah langkah pengamanan terhadap ketahanan dan ketersediaan pangan dan energi secara regional maupun nasional, terutama pada kawasan kawasan remote area dari jajaran kepulauan Indonesia.

  • 1. FOOD; Pangan manusia (beras, jagung, kedelai, kacang-kacangan, jamur, sayuran, dll.), produk peternakan (daging, susu, telor, dll.), produk budi-daya ikan air tawar (lele, mujair, nila, gurame, dll.) dan hasil perkebunan (salak, kayumanis, sirsak, dll.)
  •  2. FEED; Pakan ternak termasuk di dalamnya ternak ruminansia (sapi, kambing, kerbau, kelinci), ternak unggas (ayam, itik, entok, angsa, burung dara, dll.), pakan ikan budidaya air tawar (ikan hias dan ikan konsumsi).

Dari budidaya tanaman padi akan dihasilkan produk utama beras dan produk sampingan bekatul, sekam padi, jerami dan kawul, semua produk sampingan apabila diproses lanjut masih mempunyai kegunaan dan nilai ekonomis yang layak kelola. Jerami dan malai kosong (kawul) dapat disimpan sebagai hay (bahan pakan kering) untuk ternak ruminansia atau dibuat silage (makanan hijau terfermentasi), sedangkan bekatul sudah tidak asing lagi sebagai bahan pencampur pakan ternak (ruminansia, unggas dan ikan). Pakan ternak ini berupa pakan hijauan dari tanaman pagar, azolla, dan eceng gondok.

  • 3. FUEL; Akan dihasilkan energi dalam berbagai bentuk mulai energi panas (bio gas) untuk kebutuhan domestik/masak memasak, energi panas untuk industri makanan di kawasan pedesaan juga untuk industri kecil. Hasil akhir dari bio gas adalah bio fertilizer berupa pupuk organik cair dan kompos.

Pemakaian tenaga langsung lembu untuk penarik pedati, kerbau untuk meng-olah lahan pertanian sebenarnya adalah produk berbentuk fuel/energi. Sekam padi dapat dikonversi menjadi energi (pembakaran langsung maupun gasifikasi) dan masih akan menghasilkan abu maupun arang sekam yang dapat diimplementasikan sebagai pupuk organic, sementara apabila energi sekam padi digunakan untuk gas diesel engine akan didapatkan lagi hasil sampingan berupa asap cair (cuka kayu) yang dapat digunakan untuk pengewet makanan atau campuran pestisida organik.

  • 4. FERTILIZER; Sisa produk pertanian melalui proses decomposer maupun pirolisis akan menghasilkan organic fertilizer dengan berbagai kandungan unsur hara dan C-organik yang relative tinggi. Bio/organic fertilizer bukan hanya sebagai penyubur tetapi juga sebagai perawat tanah (soil conditioner), yang dari sisi keekonomisan maupun karakter hasil produknya tidak kalah dengan pupuk buatan (anorganik fertilizer) bahkan pada kondisi tertentu akan dihasil-kan bio pestisida (dari asap cair yang dihasilkan pada proses pirolisis gasifikasi) yang dapat dimanfaatkan sebagai pengawet makanan yang tidak berbahaya (bio preservative).

 

____Credits:

http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2011/10/12/sistem-pertanian-terpadu-model-pertanian-terpadu-dalam-satu-siklus-biologi-integrated-bio-cycle-farming/

http://kp4.ugm.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=6&Itemid=57

Saat Praktikum Pengair…

Leave a comment

mmmm, aku ngeposting ini untuk dijadikan bukti bahwa aku senang berkenalan dengan kalian. Terima Kasih atas kerjasamanya. Maaf atas sikapku yang kurang sopan, kurang memahami dalam konsep praktikum dan lainnya…
Aku posting foto – Fotonya ya….

*Ini Bendungan Katulampa, praktikum pengair tentang Pengukuran Debit tanggal 05 November 2011

* Foto ini saat praktikum pengair tentang Pengukuran Debit tanggal 05 November 2011 di Katulampa.

* Foto ini saat praktikum pengair tentang Pengukuran Debit tanggal 05 November 2011 di Katulampa.

* Foto ini saat praktikum pengair tentang Pengukuran Debit tanggal 05 November 2011 di Katulampa.

* Foto ini saat praktikum pengair tentang Pengukuran Debit tanggal 05 November 2011 di Katulampa.

* Foto ini saat praktikum pengair tentang Pengukuran Debit tanggal 05 November 2011 di Katulampa.

* Foto ini saat praktikum pengair tentang Pengukuran Debit tanggal 05 November 2011 di Katulampa.

* Foto ini saat praktikum pengair tentang Pengukuran Debit tanggal 05 November 2011 di Katulampa.

* Foto ini saat praktikum pengair tentang Pengukuran Debit tanggal 05 November 2011 di Katulampa.

* Foto ini saat praktikum pengair tentang Pengukuran Debit tanggal 05 November 2011 di Katulampa.

* Foto ini saat praktikum pengair tentang Pengukuran Infiltrasi dan Hantaran Hidrolik tanggal 08 Oktober 2011  di Kebun Cikabayan.

* Foto ini saat praktikum pengair tentang Pengukuran Infiltrasi dan Hantaran Hidrolik tanggal 08 Oktober 2011  di Kebun Cikabayan.

* Foto ini saat praktikum pengair tentang Pengukuran Infiltrasi dan Hantaran Hidrolik tanggal 08 Oktober 2011  di Kebun Cikabayan.

* Foto ini saat praktikum pengair tentang Pengukuran Infiltrasi dan Hantaran Hidrolik tanggal 08 Oktober 2011  di Kebun Cikabayan.

* Foto ini saat praktikum pengair tentang Pengukuran Infiltrasi dan Hantaran Hidrolik tanggal 08 Oktober 2011  di Kebun Cikabayan.

* Foto ini saat praktikum pengair tentang Pengukuran Infiltrasi dan Hantaran Hidrolik tanggal 08 Oktober 2011  di Kebun Cikabayan.

* Foto ini saat praktikum pengair tentang Teknik Pemanenan Air Hujan tanggal 10 September 2011  di Kebun Cikabayan.

Ingin Mengenal Siapa saja nama – nama dari kelompokku???
klik saja —->

Pengelolaan Air

Lampiran Laporan Bioteknologi “Isolasi Mikroorganisme Penghasil Protease dan Selulase”

Leave a comment

Bakteri Selulolitik:

  • 1. Fungi: Penicillum dan Tricorderma

ini gambar Penicillum yang diambil dari link:

http://textbookofbacteriology.net/antimicrobial.html

http://en.wikipedia.org/wiki/File:Penicillium_notatum.jpg

http://www.microbiologyatlas.kvl.dk/biologi/english/showsvamp.asp?articleid=12

ini gambar Tricoderma yang diambil dari link:

http://www.biocontrol.entomology.cornell.edu/pathogens/trichoderma.html

  • 2. Actinomycetes

http://www.uni-giessen.de/~gh1484/actiphot.html

http://inst.bact.wisc.edu/inst/index.php?module=book&func=displayarticle&art_id=93

  • 3. Bakteri Sejati: Bacillus dan Pseudomonas

ini gambar dari Pseudomonas

Ini gambar Pseudomonas yang diambil dari link:

http://en.wikipedia.org/wiki/File:Pseudomonas_syringae_cultures.jpg

 

Praktikum Lapang Morfologi_5

Leave a comment

Hari ini praktikum lapang Morfologi dan Klasifikasi Tanah  di Ciampea. Aku dan teman – teman berangkat bareng, kita ngumpul di BNI jam 06.30. Kondisi kesehatanku kurang baik, jadi aku ngga nyatet lengkap. Aku taunya bahan induk tanah  yaitu kapur.

* Pilek menggangu dalam memahami tapi untuk foto beda ya.hahaha

*

*Foto ini saat aku manjat tebing, haha…
****

***** Hana Clara,Tjedahwati, Nindya Ayu dan aku

*di foto ini ada Aang dan bang Dod lagi berdiri di tebing gunung kapur.

link ke:

Jadwal UAS Semester 5

Leave a comment

Jadwal UAS Semester 5

 

Hari , Tanggal

Mata Kuliah

Jam

Ruangan

Kamis, 05 Januari 2012

Pengantar Agraria dan Kadaster

10.30 – 12.30

Rk. 14 FAC 401 B dan

RK. 16 FAC 401 C

Jum’at, 06 Januari 2012

Kesuburan Tanah

13.30 – 15.30

RK. 16 FAC 401 C,

RK. 16 FAC 401 D dan

RK. 16 FAC 401 E

Senin, 09 Januari 2012

Bioteknologi Tanah

13.30 – 15.30

15 Tan 301 A dan

15 Tan 301 B

Selasa, 10 Januari 2012

Pengolahan Air

08.00 – 10.00

RK. 16 FAC 401 B dan

RK. 16 FAC 401 C

Kamis, 12 Januari 2012

Morfologi dan Klasifikasi Tanah

10.30 – 12.30

RK. 16 FAC 401 A / B

Penerapan Komputer

15.30 – 17.30

GWW
Jum’at, 13 Januari 2012

Pertanian Terpadu

08.00 – 10.00

RK OFAC 3B2 (R. Pinus2)

Rk. 14 FAC 401 C

Papink 27 

Tugas Praktikum Penkom

Leave a comment

ArcGIS adalah paket perangkat lunak yang terdiri dari produk perangkat lunak sistem informasi geografis (SIG) yang diproduksi oleh Esri.

ArcGIS meliputi perangkat lunak berbasis Windows sebagai berikut:

  • ArcReader, yang memungkinkan pengguna menampilkan peta yang dibuat menggunakan produk ArcGIS lainnya;
  • ArcGIS Desktop, memiliki tiga tingkat lisensi:
    • ArcView, yang memungkinkan pengguna menampilkan data spasial, membuat peta berlapis, serta melakukan analisis spasial dasar;
    • ArcEditor, memiliki kemampuan sebagaimana ArcView dengan tambahan peralatan untuk memanipulasi berkas shapefile dab geodatabase;
    • ArcInfo, memiliki kemampuan sebagaimana ArcEditor dengan tambahan fungsi manipulasi data, penyuntingan, dan analisis.

Terdapat pula produk ArcGIS berbasis server, serta produk ArcGIS untuk PDA. Ekstensi dapat dibeli secara terpisah untuk meningkatkan fungsionalitas ArcGIS.

ArcGIS Explorer adalah aplikasi gratis yang dapat didownload yang menawarkan akses untuk data secara online dari ESRI. Dengan ArcGIS Explore, kita dapat terhubung dengan berbagai repository data online, siap guna yang disimpan oleh ESRI. Dengan mengkombiansikan dengan data sendiri pada komputer lokal atau dengan 2D adn 3D web service untuk membuat peta dan melakukan analisis spasial (www.esri.com)

Dengan ArcGIS Explorer, kita dapat melakukan

*Menggabungkan data pada komputer lokal dengan web service dari ArcGIS server, ArcIMS, dan Open Geospatial Consortium WMS untuk membuat peta.

* Melakukan analisis SIG (semisal visibility, pemodelan, proximity search, dll)

* Menggunakan task terkustomisasi untuk mengelola, edit dan menganalisa data.

* Berbagi peta dan hasil analisis dengan orang lain.

ArcGIS Explorer memiliki kemampuan untuk membuka berbagai tipe sumber data seperti data dari server, geodatabase, shapefile, dan raster. ArcGIS Explorer juga mendukung format KML.

 

 

____Credits:

http://www.gistutorial.net/software/tools/arcgis-explorer.html

http://id.wikipedia.org/wiki/ArcGIS

 

Protected: Laporan Bioteknologi ” Isolasi Mikroorganisme Penghasil Protease dan Selulase”

Enter your password to view comments.

This post is password protected. To view it please enter your password below:

Klasifikasi Tanah _Morfologi Tanah #1

Leave a comment

Klasifikasi  Tanah Alami : Didasarkan atas sifat tanah yang dimiliki tanpa menghubungkan dengan tujuan penggunaan tanah tersebut.

Klasifikasi Tanah Teknis : Didasarkan pada sifat-sifat tanah yang mempengaruhi kemampuan tanah untuk penggunaan-penggunaan tertentu.

Sistem Klasifikasi Tanah yang ideal mampu mengelompokkan tanah dalam satu kelas yang….

  • 1.Isogenus : Tanah yang mempunyai genesis sama
  • 2.Isomorf :  Tanah yang mempunyai kenampakan yg sama
  • 3. Isofungsi: Tanah yang mempunyai fungsi sama dlm lingk.
  • 4.Isotropik : Tanah yang mempunyai lokasi yg sama

Pada awalnya jenis tanah dikalsifikasikan berdasarkan prinsip zonalitas, yaitu :

  • Tanah zonal, yakni tanah dengan faktor pembentuk tanah berupa iklim dan vegetasi,
  • Tanah intrazonal, yakni tanah dengan faktor pmbentuk tanah berupa faktor lokal terutama bahan induk dan relief,
  • Tanah azonal, yakni tanah yang belum mennjukkan perkembangan profil dan dianggap sebagai awal proses pembentukan tanah.

Macam – macam “Sistem Klasifikasi Tanah”

  • 1.Pusat Penelitian Tanah Bogor
  • 2.FAO/UNESCO (1974)
  • USDA = Soil Taxonomy (USDA, 1975; Soil Survey Satff, 1999; 2003)

*****

Sistem perkembangan jenis tanah dikembangkan oleh USDA (United State Departement of Agriculture) pada tahun 1975 berdasarkan sifat tanah (taksonomi tanah).  Taksonomi tanah dibedakan atas enam kategori yakni ordo, subordo, greatgroup, subgroup, family dan seri.

******

Pada edisi Taksonomi tanah tahun 1998 terdapat 12 ordo jenis tanah. Keduabelas ordo tersebut adalah Alfisols, Andisols, Aridisols, Entisols, Gelisols, Histosols, Inceptisols, Mollisols, Oxisols, Spodosols, Ultisols dam Vertisols.

  1. Alfisols. Tanah yang mempunyai epipedon okrik dan horzon argilik dengan kejenuhan basa sedang sampai tinggi. Pada umumnya tanah tidak kering. Jenis tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah half-bog, podsolik merah kuning dan planosols.
  2. Andisols. Merupakan jenis tanah yang ketebalannya mencapai 60%, mempunyai sifat andik. Tanah yang ekuivalen dengan tanah ini adalah tanah andosol.
  3. Aridisol.  Tanah yang berada pada regim kelengasan arida atau tanah yang rgim kelengasan tanahnya kering. Tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah coklat (kemerahan) dan tanah arida (merah).
  4. Entisols. Tanah yang belum menunjukkan perkembangan horizon dan terjadi pada bahan aluvian yang muda. Tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah aluvial, regosol dn tanah glei humus rendah.
  5. Gelisols. Merupakan jenis tanah yang memiliki bahan organik tanah. Jenis ini tidak dijumpai di Indonesia
  6. Histosols. Tanah yang mengandung bahan organik dari permukaan tanah ke bawah, paling tipis 40 cm dari permukaan. Tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah bog dan tanah gambut.
  7. Inceptisols. Merupakan jenis tanah di wilayah humida yang mempunyai horizon teralterasi, tetapi tidak menunjukkan adanya iluviasi, eluviasi dan pelapukan yang eksterm. Jenis tanah ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah brown forest, glei humik dan glei humik rendah.
  8. Mollisols. Tanah yang mempunyai warna kelam dengan horizon molik di wilyah stepa. Jenis tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah brunizem, tanah rendzina.
  9. Oxisols. Tanah yang memiliki horizon oksik pada kedalaman kurang dari 2 meter dari permukaan tanah. Tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah jenis tanah laterik.
  10. Spodosols. Tanah yang memiliki horizon spodik dan memiliki horizon eluviasi. Jenis tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah podsolik.
  11. Ultisols. Tanah yang memiliki horizon argilik dengan kejenuhan basa rendah (< 35%) yang menurun sesuai dengan kedalaman tanah. Tanah yang sudah berkembang lanjut dibentangan lahan yang tua. Jenis tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah laterik coklat-kemerahan dan tanah podsolik merah- kuning.
  12. Vertisols. Tanah lempung yang dapat mengembang dan mengerut. Dalam keadaan kering dijumpai retkan yang lebar dan dalam. Jenis tanah yang ekuivalen dengan jenis tanah ini adalah tanah grumosol.

GLOBAL SOIL REGIONS

___Credits:

http://blog.ub.ac.id/tanti1507/2010/05/15/klasifikasi-tanah/

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.