Tugas Kuliah_Pengair

 

Nama: Prapti Dwi Lestari

Nrp : A14090091

Tugas Kuliah_Pengolahan Air

 

Resapan Air

 

Kondisi kota – kota besar saat ini, memiliki lahan resapan air yang sangat sedikit sekali disertai dengan penggunaan air tanah yang sangat berlebihan menyebabkan penurunan permukaan tanah serta mengakibatkan sulitnya untuk mendapatkan air berkualitas baik dan cukup di kawasan tersebut. Air tanah merupakan sumber air yang sangat penting bagi makhluk hidup. Air tanah tersebut tersimpan dalam lapisan yang disebut akuifer. Akuifer tersebut dapat dijumpai pada dataran pantai, daerah kaki gunung, lembah antar pegunungan, dataran aluvial dan daerah topografi karst. Pemakaian air tanah harus mempertimbangkan faktor kelestarian air tanah, yang meliputi faktor kualitas dan kuantitas air. Cara mempertahankan kuantitas air tanah sebagai berikut:

1. Saluran Peresapan

Saluran peresapan berfungsi untuk menampung air aliran permukaan dan meningkatkan daya resap air ke dalam tanah. Teknologi ini sesuai untuk wilayah dengan tanah yang (a) tidak rawan longsor, (b) mempunyai kemampuan tinggi untuk meresapkan air, dan (c) yang agak dangkal (kedalaman >20 cm) (Arsyad 2000). Saluran peresapan dibuat mengikuti kontur dengan ukuran lebar 30 – 40 cm dan dalam 40 – 50 cm. Kelebihan dari teknologi ini adalah dapat memberikan peluang air untuk meresap lebih lama ke dalam tanah, dan dapat diterapkan pada tanah-tanah agak dangkal. Adapun kelemahannya adalah membutuhkan tenaga kerja yang relatif banyak terutama untuk pemeliharaan.

Sumber: Kasdi Subagyono (2007). “Konservasi Air untuk Adaptasi Pertanian Terhadap Perubahan Iklim” dalam Bunga Rampai Konservasi Tanah dan Air (Penyunting: Fahmuddin Agus dkk). Jakarta: Pengurus Pusat Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia 2004 – 2007.

 2. Parit Resapan

Parit resapan dapat dibuat pada aeral pertanian (sawah maupun tegalan) dan areal pekarangan. dengan parit resapan ini maka air hujan yang jatuh di areal pertanian dan pekarangan sebagian atau seluruhnya dapat ditmpung dan diresapkan ke dalam tanah. Air yang tertampung dapat dimanfaatkan pada akhir musim hujan.

Parit resapan areal Pertanian dibuat menyesuaikan dengan kontur lahan, terutama untuk daerah-daerah yang relatif datar (kemiringan < 20%). Pada daerah dengan kemiringan terjal perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu atau dikonsultasikan dengan ahli geologi. Parit resapan ini dapat sekaligus difungsikan untuk budidaya ikan sebagai tambahan penghasilan bagi petani dan sebagai pengendali populasi nyamuk.

Parit resapan dapat dibuat di pekarangan rumah, dikenal juga sebagai kolam. Parit resapan pada umumnya dibuat di sampai atau belakang rumah, disesuaikan dengan kondisi rumah dan bentang alam yang ada. Dimensi parit resapan di belakang rumah dapat bervariasi sesuai dengan ketersediaan lahan. Di sekeliling parit resapan perlu ditanami dengan tanaman-tanaman produktif, misalnya mangga, pepaya, dan lain-lain, dan bila perlu dibuat pagar pembatas demi menjaga  keamanan anak-anak. Parit resapan dapat dimanfaatkan untuk budidaya ikan sebagai tambahan penghasilan sekaligus mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Sumber: Agus Maryono dan Edy Nugroho Santoso (2006). “Metode Memanen dan Memanfaatkan Air Hujan untuk Penyediaan Air Bersih, Mencegah Banjir dan Kekeringan. Jakarta: Kementerian Negara Lingkungan Hidup.

 3. Lubang Resapan Biopori

Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Ir. Kamir R Brata, M.Sc, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor.  Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah lalu menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah.

Credits:

http://id.wikipedia.org/wiki/Biopori

http://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/saluran-peresapan/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s