PUTRA ALAM

Karya: Siti Huzaimah A.B

 

Saat sang surya mulai kembali pada pelukan bunda,

Rembulan akan menghiasi malam yang gelap gulita

Percikan cahaya harapan mulai mengisi jiwa

Untukmu putra alam,

Telah kurangkai ribuan kata untuk melukiskan

Melukiskan rasa dalam hati

Hingga jari ini lelah menari

Melukis rasa menjadi satu

dalam melodi indah yang terangkum dalam puisi

Putra alam,

Gelapnya jalanku telah kau terangi

Sepinya hariku telah kau warnai

Tapi ku tau rasa ini takkan bersemi

Kini, aku harus menelusuri sebuah lorong kehidupan tanpa dirimu

Aku tersesat

Aku terjatuh

Pada sebuah lubang jiwa yang sangat dalam

Aku terluka

Aku tak mampu berdiri

Dan mungkin aku takkan mampu meredam

Kapankah kau bisa mendengarkan teriakanku?

Putra alam,

Luka akan berubah menjadi kesedihan

kesedihan ini telah berubah menjadi kesakitan

bisakah kau lihat

air mata ini menetes tenggelamkan jiwa

tetesan demi tetesan telah membanjiri luka

mata ini menjadi saksi bagaimana air mataku mengalir untukmu

wahai putra alam,

sudikah kau menyeka air mataku

sudikah kau kembalikan dia untukku

Putra alam,

selama ini kau berada di depanku

tapi tak sedetikpun aku bisa memilikimu

******* Thanks buat Ujem. Cocok buat gw. Terllau sakit wahai putra alamku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s