I hear your Voice

Cahaya matahari telah meredup, Gowesan Zaski berhenti karena dibalik daun – daun ada sosok Reno. Kemudian Tantri menuntun sepedanya hingga terlihat jelas melihat Reno sedang duduk dengan cewe itu. Zaski mengehembuskan nafasnya untuk menyapa Reno yang sedang duduk disana,”Lihatlah aku Reno. Aku disini sedang menatap dirimu. Biarku dengar suaramu dari jauh.”

Reno menoleh lalu melihat Zaski dengan tatapan yang berbicara, ” Zaski kah itu?? iya pasti zaski. Aku dengar kau berprestasi, Selamat ya!! Aku kagum padamu Zaski. Maafkan aku Zaski atas semua kejadian itu. Tak seharusnya cewe yang disampingku menyakitimu. Rasanya ingin ku hapus air matamu saat kau tersakiti. Andai kau tau, aku lebih memihakmu untuk mengembangkan sayapmu terbang tinggi menggapai cita – cita”

Zaski mendengar kata – kata itu. . .

“Reno nampaknya cewe itu tidak membawa dirimu menjadi lebih baik. Sadarlah Reno!!! Bangun dan Melangkahlah sebelum kau terjatuh dengan cewe itu. Tinggalkanlah dia. ” Zaski berkata dalam hati…

“Wahai Zaski, Kau wanita idaman … Pergilah!!! Waktu akan mempertemukan kita kembali. Saat itu pasti tak ada cewe ini yang ada kemapanan hanya untuk Zaski seorang”  Reno masih menatap Zaski.

“Oke pantaskan diri kita masing – masing yang diinginkan Reno. Baiklah. Waktu itu termasuk Kekuasaan Tuhan. Sampai jumpa Reno…”

파핑27

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s