Cinta tak memandang posisi awalnya

Entah kenapa Tara melangkah kakinya tuk berada di Bioskop??
Hambar sekali perasaan tara yang berada di bioskop mungkin diselaputin masalah masalah tara.

Tara lagi beli tiket bioskop. Pujaan hati tara juga sedang membeli tiket bioskop. Mereka bersebelahan, senyuman tara seperti gula namun ditanggepin dengan dinginnya es kutub utara. Pujaan hati Tara itu pergi dengan teman prianya tanpa kata. Itu membuat hati tara yang hambar menjadi tertusuk duri. Kembalian Uang dan tiket yang dipegang Tara ingin melompat ke tempat sampah dan kaki tara ingin berlari ke pantai lalu mulut tara ingin berteriak,”Matahari hangatkan senyuman yang dibales dinginnya es itu.”

Menunggu pintu bioskop, Tara mampu mengatasi perasaan itu dengan memainkan handphone. Pintu bioskop telah dibuka, mata tara mencari pria itu namun tak ada. Tara masuk sendirian dengan langkah yang kecil. Gerak tubuh tara terus mencari di dalam ruangan itu. Pria itu tak ada, hanya Tara yang duduk paling atas. . .

Akhirnya pujaan hati Tara datang. Tara melambaikan tangan dari atas cuma pria itu tidak melihat lambaian tangan tara. Hanya bisa mengamati dari atas saja, tubuh pria itu gelisah seperti mencari seseorang. Pria itu duduk di bawah paling depan.
Ingin sekali tara mengajak pujaan hati tara duduk di atas agar bisa berduaan. Tara berkata pada diri sendiri,”apakah kau mencariku? Dimanaku berada selalu memberikan kode namun selalu tak terbalas oleh mu. Apakah kau tak melihat aku berada di atas sini? Posisi dudukku yang paling atas dan cuma aku. Posisi yang membuatku bebas untuk menangis. Jika pada akhirnya yang kau cari bukan aku.”

Tara mencoba tak mengamati pria itu dengan memainkan s3mini milik tara namun tara tetap saja melirik ke bawah. Pria itu tak duduk dibawah paling depan lagi. Tara berkata dalam hati,” kemana dia? Apakah aku berkhayal? Tidak… sepertinya aku tidak berkhayal itu nyata. selalu aja begitu. Kau datang lalu pergi membiarkan diri ini menunggu menunggu. Tak ada kata yang kau ucapkan.”

Ternyata pria itu pindah ke samping Tara tapi longkap satu tempat duduk. Mata tara berkaca kata dan senyum kemudian Bertanya lah Tara pada pria pujaan hatinya,”kenapa dilongkap sih? Pindah sini samping pas gw. Mana enak jauh jauhan.”
Pria itu menjawab dengan menundukkann kepala,”gw g pede saat bersama lw. Gw bakalan tersorot banget krn posisi duduk awal kita beda.”

Saat mendengar alesan itu, Tara mengapus air mata  yang tiba tiba turun ke pipi tara. Tara berkata dengan lantang,”posisi apaan? Kita semua ciptaan tuhan. Semua itu titipan tuhan yang mesti kita jaga hingga mati sama seperti halnya perasaan ini tak memandang posisi awal atau posisi masa lalu. Liatlah kedepan bersama aku dan dirimu.”

파핑27

Posted from WordPress for Papink’s Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s