Like a wind

Perjalanan yang melelahkan….
Terlihat dari gang, ada sosok dia di dpn pager rumahku. Dari gang, rumahku urutan ketiga, aku yakin itu dia dengan kendaraan pribadinya. Saat aku yakin, langkah kaki ini berhenti. Aku mengamati punggungnya, hati ini terasa sakit dan badan terasa letih. . . .

Tiba tiba ada rombongan dari gang rumahku menuju ke rumah tetanggaku yang rumahnya di bawah. Aku berjalan diantara rombongan itu agar dia tak melihatku. Saat di dpn rumahku, aku langsing lari menuju rumah. Aku melewati dia dan saudara kandungku bagaikan tiupan angin yang menyisakan aroma dihidung. Mereka sadar itu aku. Lalu dia berkata pada saudara kandungku, “Pulang dulu ya. Salam aja sama Tia.”

Jika kau mengharapkan aku lebih, jangan kau menyia – nyiakan aku. Jika beberapa kali timeline mu ditujukan padaku. Katakanlah isi hatimu padaku!!
Aku tak sanggup melakukan itu, saat ini aku seorang pengecut…

Pengecut yang kapok berkata iya. Iya di aku namun kau diam. Kau selalu menjatuhkan aku namun aku selalu bangkit. Tak kuasa lagi tuk bangkit jika kau selalu diam. . .

Panggil namaku dengan jelas.
Berusahalah!!!

image

파핑27

Posted from WordPress for Papink’s Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s