Georeferencing pada Arc GIS

Ini  Praktikum pertama gw saat ngambil matkul Aspal.

Georeferencing merupakan proses penempatan objek berupa raster atau image yang belum mempunyai acuan sistem koordinat ke dalam sistem koordinat dan proyeksi tertentu.

  1. Buka Arc Map-nya.

1.

  1. Lalu klik kanan pada “Menu Bar”, kemudian cek list : Main Menu, 3D Analyst, Draw, Editor,Georeferencing, Layout,  , Spatial Analyst, Standard, and Tools

2.

  1. Klik Add Data  , masukkin “Kabupaten.Jpg”
  2. Lalu Klik Kanan “Layers” pada Table of Content –> “Properties”

4.

  1. Lalu Zoom perpotongan koordinate antara garis lintang dan busur, kemudian klik “Add Control Point”  . Kemudian klik kiri pd perpotongan yang telah di-zoom out, lalu klik kanan –> “Input DMS of Longitude & Latitude” . Jangan sampai Bergeser!!
  2. Kanan Atas = Longitude (Bujur) 1150 21’ 20” dan Latitude (Lintang) 80 19’ 20”
  3. Kanan Bawah = Longitude (Bujur) 1150 21’ 20” dan Latitude (Lintang) 80 39’ 40”Kiri Atas = Longitude (Bujur) 1140 40’ 40” dan Latitude (Lintang) 80 19’ 20”

    Kiri Bawah = Longitude (Bujur) 1140 40’ 40” dan Latitude (Lintang) 80 39’ 40”

  4. Setelah itu klik “ View Link Table” , Lalu buat Total RMS Error = 0.00
  5. Copy link-1 ke link-3 dan copy link-4 ke link-2 pada sumbu XCopy link-1 ke link-2 dan copy link-4 ke link-3 pada sumbu Y

    Atau Transformation : Adjust

  6. Klo bener gambarnya seperti semula lalu ada keterangan di bawah pojok kanan menjadi“….. Desimal Degrees”
  7. Kemudian Klik “Georeferencing” –> “Rectify”Resample Type: Nearest Neighbor

    Output Location: hahaha, terserah anda mau naroh hasil koreksi geometrinya

    Nama: Bali_Lat_Up.img  (Hahaha, Ini karya papink27 :-p) dan Format: IMAGINE.image

    Compression Type: None

PinkPa27

Ringkasan PJIC “Klasifikasi Terbimbing”

Ini dia ringkasan ku. Yaaaaa beginilah….

1. Buka citra Crop_Spot5_Bogor_180603.img

2. Lalu klik Raster Option pada kotak dialog Select Layer to Add. Klik Fit to Frame yang berfungsi melihat kenampakan citra secara keseluruhan. Display as : True Color. Red: 2; Green: 1 dan Blue: 3

3. Klik AOI lalu klik Tool akan muncul kotak dialog AOI.

4. Klik Clasifier  lalu klik Signature Editor maka akan muncul kotak dialog Signature Editor

5. Mulai digitasi penggunaan lahannya menggunakan Tool AOI yang klik yang gambar polygon. Perlu diperhatikan, pada saat mendigitasi awan jangan homogen, jika homogen akan menghasilkan warna putih sehingga awan tidak terdeteksi. Jadi mendigitasinya memasukkan bagian yang berbeda sekitar awan.

6. Setelah itu masukkan hasil digitasi ke tabel signature editor dengan cara klik gambar +Enter, maka akan masuk nilai di kolom Red Green Blue. perhatikan nilai ketiganya, hindari nilai yang homogen.  lalu isi kolom signature name-nya.

7. Penggunaan Lahan (Awan, Pemukiman, Hutan, Lahan Pertanian, Tubuh Air dan Bayangan)

8. Setelah tabel signature terisi semua maka di save. Klik File lalu Klik Save, diberi nama file : sup_s1

9. Klik Classify pada kotak dialog signature editor , klik Supervised untuk menjalankan klasifikasi terbimbing, maka akan muncul kotak dialog supervised classification. perhatikan lokasi penyimpanan, output file: supervised.img 

Continue reading

Ringkasan PJIC “Koreksi Geometri”

1. Pada Viewer #1, Buka citra Crop_land_bgr_2002.img

2. Lalu klik Raster Option pada kotak dialog Select Layer to Add. cek List Fit to Frame yang berfungsi melihat kenampakan citra secara keseluruhan. Cek List Clear Display yang berfungsi untuk menumpuk cita agar mudah membandingkan kedua citra.  Display as : True Color. Red: 4; Green: 3 dan Blue: 2. klik Oke

3. Pada Viewer #2 , buka Crop_Spot5_Bogor_180603.img

4. Lalu klik Raster Option pada kotak dialog Select Layer to Add. cek List Fit to Frame yang berfungsi melihat kenampakan citra secara keseluruhan. Cek List Clear Display yang berfungsi untuk menumpuk cita agar mudah membandingkan kedua citra.  Display as : True Color. Red: 1; Green: 2 dan Blue: 3. klik Oke

Lanjut ke GCP “Geo Correction Tools”

1. klik Viewer #1 lalu klik Raster lalu klik Geometric Correction maka akan muncul kotak dialog Set Modal Dialog lalu pilih Polynomial dan klik Oke.

2. Klik Projection, Map Unit: Meter, lalu klik Add Projection, Cattegory: UTM WGS 84-South dan Projection: UTM Zone 48 maka akan muncul kotak dialog GCP Tool Reference Setup. Pilih Existing viewer lalu klik Oke.

3. setelah itu akan muncul kotak panjang, lalu klik viewer #2

4. lalu lakukan koreksi, yuhuuuuu…

 

Lanjut ke Resampling Citra…

1. Klik Icon Resample pada kotak dialog Geo Correction Tools

2. lalu akan muncul kotak dialog resample, Perhatikan Lokasi penyimpanan Output File : …… dalam bentuk img. kemudian Resample Methode: Nearest Neighbor.

Continue reading

KRS!!!! I am “Galau”

 

Oh No!!!!

I’ve semester 7, why KRS is always problematic???

Tingginya tingkat makin sulit untuk mengakses KRS.

Lagu yang menggambarkan isi hati ini adalah:

KRS Gantung….

Ku harus mengisi KRS
Mencari tahu kenyataan ini
Apa padet atau bentrok lagi

Kau menggantungkan kenyataan ini
Kau diamkan aku tanpa sebab
Maunya apa ku harus bagaimana
KRS….
Sampai kapan kau gantung
Nasib KRSku memberi harapan
Hingga mungkin ku tak sanggup lagi
Dan meninggalkan dirimu

Detik-detik waktu pun terbuang
Teganya kau menggantung Nasib KRSku
Bicaralah biar semua pasti

Tentunya Nasib KRS dengan Sistem KRS
Membuat ku sakit
Hingga mungkin ku tak sanggup lagi
Dan meninggalkan dirimu

Continue reading

Mikro Organisme Lokal (MOL)

Larutan MOL adalah larutan hasil fermentasi yang berbahan dasar dari berbagai sumberdaya yang tersedia setempat. Larutan MOL mengandung unsur mikro dan makro dan juga mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang tumbuhan, dan sebagai agens pengendali hama dan penyakit tanaman, sehingga MOL dapat digunakan baik sebagai pendekomposer pupuk hayati dan sebagai pestisida organic terutama sebagai fungisida. Salah satu activator yang cukup murah adalah larutan MOL (Mikro Organisme Lokal). Tiga bahan utama dalam larutan MOL:

  • Karbohidrat. Bahan ini dibutuhkan bakteri/ mikroorganisme sebagai sumber energi. Untuk menyediakan karbohidrat bagi mikroorganisme bisa diperoleh dari air cucian beras, nasi bekas/ nasi basi, singkong, kentang, gandum, dedak/ bekatul dll
  • Glukosa. Bahan ini juga sebagai sumber energi bagi mikroorganisme yang bersifat spontan (lebih mudah dimakan mereka). Glukosa bisa didapat dari gula pasir, gula merah, molases, air gula, air kelapa, air nira dll
  • Sumber Bakteri (mikroorganisme lokal). Bahan yang mengandung banyak mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman antara lain buah-buahan busuk, sayur-sayuran busuk, keong mas, nasi, rebung bambu, bonggol pisang, urine kelinci, pucuk daun labu, tapai singkong dan buah maja. Biasaya dalam MOL tidak hanya mengandung 1 jenis mikroorganisme tetapi beberapa mikroorganisme diantaranya Rhizobium sp, Azospirillium sp, Azotobacter sp, Pseudomonas sp, Bacillus sp dan bakteri pelarut phospat.

Ada beberapa cara pembiakan MOL yang mudah dibuat, yakni :

  • Menggunakan air rebusan kedelai (Air rebusan kedelai ± 10 liter  ditambahkan Gula merah ¼ kg )
  • Menggunakan air kelapa (air kelapa ± 10 liter, gula merah ¼ kg, buah-buahan busuk secukupnya)
  • Menggunakan batang pisang (air kelapa ± 10 liter, gula merah ¼ kg, batang pisang 0,5 cm )
  • Menggunakan kotoran hewan (kotoran hewan (sapi, kerbau) ± 10 liter, gula merah ½ kg, dedak/bekatul 5 kg, air kelapa secukupnya (untuk mengaduk sampai basah))
MOL dari Sabut Kelapa

Bahan-bahan: 1. Sabut Kelapa dan 2. Air bersih
Cara pembuatan:

1. Masukkan sabut kelapa ke dalam drum. Jangan penuh-penuh.

2. Masukkan air sampai semua sabut kelapa terendam air.

3. Drum ditutup dan dibiarkan selama dua minggu.

4. Air yang sudah berwarna coklat kehitaman digunakan sebagai MOL.
Selain sabut kelapa bisa juga ditambahkan dengan jerami kering. Penambahan jerami bisa bermanfaat sebagai pestisida nabati.
Pemakaian: MOL bisa disiramkan atau disemprotkan ke tanaman. Cara pemakaian sama seperti MOL-MOL yang lain.

MOL Nasi 1

Pembuatan MOL ini aku peroleh dari petani di Brastagi, Medan. Di sana adalah daerah pertanian yang cukup subur. Dan mereka secara turun temurun telah membuat MOL dengan cara mereka sendiri.

Cara pembuatan MOL :
1. Sisa nasi dipendam dalam tanah.

2. Setelah beberapa hari, nasi diambil lagi,

3. Nasi tersebut diencerkan dengan air dan digunakan untuk mengkomposkan bahan-bahan organik.

Bahan organik yang telah dicampur dengan nasi tadi kemudian dipendam selama beberapa hari sampai hancur dan lumat seperti tanah. Kompos yang telah jadi ini dapat langsung digunakan untuk memupuk tanaman.

MOL Buah-buahan

Buah-buahan busuk yang sudah tidak bisa dimakan lagi bisa dimanfaatkan untuk sebagai MOL (Mikro Organisme Lokal). MOL yang dibuat dari buah-buahan busuk ini bisa digunakan untuk pengomposan maupun untuk disemprotkan ke tanaman. Cara pembuatannya sangat mudah dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar kita.

Bahan-bahan:
1. Buah-buahan yang sudah busuk. Bisa buah apa saja: pepaya, pisang, mangga, apel, salak, dll. Sebanyak 5 kg
2. Air kelapa 10 butir.
3. Gula jawa 1 kg.

Cara Pembuatan:
1. Limbah buah-buahan dihaluskan. Bisa dengan cara ditumbuk atau diparut.
2. Masukkan ke dalam dalam tempat (drum)
3. Tambahkan air kelapa.
4. Tambahkan gula.
5. Semua bahan diaduk sampai tercampur merata.
6. Tutup drum dengan penutu. Beri lubang untuk aerasi. Lubang aerasi ini bisa menggunakan selang agar tidak dimasukki oleh lalat atau serangga lain.
7. Semua bahan kemudian difermentasi selama 2 minggu sebelum digunakan.

Penggunaan:
MOL ini bisa digunakan untuk pengomposan maupun untuk penyemprotan ke tanaman. Untuk pengomposan: encerkan larutan fermentasi sebayak 5 xnya. Kemudian disemprotkan ke bahan-bahan yang akan dikomposkan.
Untuk penyemprotan tanaman: larutkan larutan fermentasi sebanyak 30 kali. Penyemprotan dilakukan pada pagi hari atau sore hari ke permukaan daun. Penyemprotan dilakukan berselang 2 minggu.

Keong Mas alias Keong Murbey

Salah satu hama yang berbahaya bagi petani adalah Keong Mas. Keong dinamakan keong mas karena warna cangkangnya yang kuning keemasan. Keong ini juga sering disebut keong murbey karena telurnya bergerombol merah seperti buah arbey/murbey. Keong ini berbahaya karena memakan batang padi, terutama yang masih muda. Padi yang baru ditanam bisa dihabiskan dalam waktu singkat.
Ada beberapa cara untuk membasmi keong mas ini. Cara yang paling mudah adalah dengan menangkapnya dan mengumpukannya. Keong mas bisa digunakan untuk pakan itik atau unggas. Keong mas juga bisa digunakan untuk membuat MOL yang bisa dimanfaatkan oleh petani sendiri. Jadi tidak perlu pakaai moluscusida kimia.

PESTISIDA NABATI UNTU KEONG MAS
Sebenarnya ada juga pestisida nabati untuk keong mas, meskipun tidak bisa digunakan pada saat serangan hebat dan populasinya banyak. Resep pestisida nabati ini untuk mengendalikan populasi keong mas saja. Pestisida nabati untuk keong mas bisa menggunakan buah pinang. Buah pinang ditumbuk kemudian disebarkan di sekitar pematang yang banyak keong emasnya.

KEONG MAS UNTUK MOL
Keong mas juga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan MOL (mikroorganisme lokal) yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman padi. Pertama keong mas harus dikumpulkan terlebih dahulu. Agar keong mas mudah dikumpulkan, keong mas perlu dipancing dulu dengan umpan. Umpan keong mas bisa menggunakan batang pisang atau batang pepaya yang dipotong-potong. Sebarkan batang pepaya ini di pinggir-pinggir sawah, tujuannya adalah agar mudah untuk mengambil keong mas-nya. Tak perlu waktu yang lama, sore hari atau pagi harinya keong mas sudah berkumpul di batang pepaya ini. Kita tinggal mengambilnya saja.

 

 

 

Daftar Pustaka

Purwasasmita, M. 2009. Mikroorganisme Lokal Sebagai Pemicu Siklus Kehidupan Dalam Bioreaktor Tanaman. Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia, 19-20 Oktober 2009.

Maspary. 2012. Tiga Bahan Utama Pembuatan MOlhttp://www.gerbangpertanian.com/2012/04/3-bahan-utama-pembuatan-mol.html . diakses pada tanggal 03 Juli 2012

Jadwal UTS Semester 6

Jadwal UTS Semester 6

 

Hari , Tanggal

Mata Kuliah

Jam

Ruangan

Kamis, 05 April 2012

Sistem Informasi Geografi

10.30 – 12.30

Rk. 16 FAC 401 A/ B

Senin, 09 April 2012

Perencanaan dan Pengembangan Wilayah

10.30 – 12.30

Rk. 16 FAC 401 A/ B

Selasa, 10 April 2012

Konservasi Tanah dan Air

10.30 – 12.30

Rk. 16 FAC 401 A/ B

Rabu, 11 April 2012

Metode Penelitian

13.30 – 15.30

Rk. 14 FAC 401 A/ B

Kamis, 12 April 2012

Survei dan Evaluasi Sumberdaya Lahan

13.30 – 15.30

RK. OFAC B 12

Jumat, 13 April 2012

Manajemen dan Teknologi Pupuk

08.00 – 10.00

Rk. 16 FAC 401 A/ B

Sabtu, 14 April 2012

Bahasa Inggris Lanjut

08.00 – 10.00

GWW

Papink 27 

Info KRS dan SPP

  • Uji Coba KRS : 23 – 25 Januari 2012
  • Perwakilan Dosen PA : 30 Januari – 4 Februari 2012
  • KRS A Online : Semester 4 ( 6 – 9 Februari 2012 ) dan Semester 6 – 12 ( 7 – 10 Februari 2012
  • KRs B Online : 27 Februari – 2 Maret 2012
  • Pembayaran SPP : 7 – 19 Maret 2012
  • Catetan:
  1. Perkuliahan semester genap 2011 / 2012 dimulai tanggal 13 Februari 2012
  2. Tidak mengisi KRS dan pembayaran SPP akan dikenakan status NON AKTIF
  3. Informasi lengkap dapat diakses pada alamat http://www.ipb.ac.id
  4. Mahasiswa yang tidak mengisi KRS A online akan diblokir pada masa pengisian KRS B online.
  5. Bagi Mahasiswa IPB yang mengalami kesulitan untuk pembayaran SPP dapat menghubungi kementrian kebijakan Kampus BEM KM IPB via CP ( Lutfi Briliantw 087886839045) dan ( Irma Sahara  085864327887 )